Skip to main content

2021, Smartphone Diprediksi akan Punah

Smartphone

Apa jadinya apabila suatu ketika nanti nir terdapat lagi ponsel pintar di dunia ini? Mungkin sulit dibayangkan, tetapi pada 5 tahun ke depan, ponsel pintar diprediksi akan segera ‘punah’.

Berdasarkan laporan ConsumerLab Insight Ericsson, dalam tahun 2021 masyarakat dunia akan menganggap bahwa ponsel pintar hanyalah bagian teknologi yg ada pada masa lampau.

Ketika ponsel pandai akan ditinggalkan, nantinya dikabarkan manfaatnya akan diambil alih sang kecerdasan protesis atau yang dikenal menggunakan kata artificial intelligence.

Kecerdasan Smartphone dalam bermain di Agen Togel sangat praktis protesis akan membantu insan dalam melakukan pencarian internet, sebagai asisten pada bepergian, & melakukan tugas-tugas lainnya. Fungsi-fungsi ini bahkan telah mulai dikembangkan waktu ini melalui sistem antarmuka dengan kecerdasan protesis bagi ponsel pandai .

Setelah melakukan survei terhadap 100 ribu konsumer yang dari dari 40 negara dan 15 ‘kota akbar global, didapatkan data yg menyatakan 44 persen orang percaya bahwa kecerdasan buatan sanggup sebagai pengajar yg baik & sepertiganya menyatakan mereka ingin ditemani sebuah perangkat yg menggunakan kecerdasan buatan, misalnya Joaquin Phoenix pada film Her.

Sementara itu, 43 % membicarakan mereka ingin memakai kecerdasan protesis sebagai donasi medis dan 41 persen menginginkan kecerdasan teknologi buat informasi finansial.

Michaeil Bjorn, Kepala Riset Ericsson ConsumerLab menyatakan,”beberapa dari tren ini memang terdengar begitu futuristik. Namun, konsumen tertarik dalam kerangka berpikir hubungan yang baru misalnya kecerdasan protesis dan empiris virtual.”

“Hal ini berarti kita akan segera melihat kategori produk yang baru buat konsumen, di mana semua industri akan melakuakn transformasi buat mengakomodasi pengembangan teknologi ini,” dia menandaskan.

Varian ROG Scar, Laptop gaming yang miliki desain Face Off

Varian ROG Scar, Laptop gaming yang miliki desain Face Off

Pada tahun 2019, ASUS Indonesia telah memperkenalkan varian ROG Scar, Hero, dan Strix G sebagai laptop gaming yang memiliki desain ROG Face Off, sebuah konsep laptop gaming yang diciptakan oleh kolaborasi antara tim ASUS ROG dan BMW Designworks Group. Keberhasilan desain juga membuat ASUS memperbarui spesifikasi dan pada akhirnya memiliki kinerja tertinggi hingga saat ini.

Hingga pada tahun 2020, ASUS Indonesia menghadirkan kembali ASUS ROG Strix G512L yang ditenagai oleh generasi terbaru Intel Core i7. Laptop gaming ini menjawab kebutuhan para gamer yang menginginkan spesifikasi tinggi dan laptop gaming terbaru tetapi juga terjangkau dibandingkan dengan ROG Strix Scar dan Hero.

Setelah dua tahun, varian Strix G menjadi laptop gaming ROG termurah yang pernah dirilis oleh ASUS. Belum lagi bahwa laptop gaming ROG biasanya cukup mahal. Sebagai hasilnya, ASUS juga menghadirkan laptop gaming di segmen mainstream yang ditempati oleh varian laptop gaming ASUS lainnya yaitu TUF Gaming.

Nah, varian Strix G ini ada di tengah, ini memberikan jawaban untuk kekhawatiran para gamer yang menginginkan laptop ROG tetapi harganya tidak lebih mahal daripada laptop TUF Gaming dengan spesifikasi lebih cepat dan lebih baru.

Untungnya, penulis mendapat kesempatan dari ASUS Indonesia untuk mencoba ASUS ROG Strix G512L dua minggu sebelum rilis. Lalu, apa yang membuat ROG Strix G512L ini benar-benar berharga? Mari kita periksa ulasannya di sini.

* Masih Menggunakan Desain Face Off ROG

ROG Strix G512L masih menggunakan desain ROG Face Off dari varian tahun lalu. Di mana laptop gaming ini berasal dari konsep kolaborasi antara tim ASUS ROG dan BMW Designworks Group. Desain ini tentu menghadirkan inovasi baru yang memberikan nilai estetika. Karena hampir mirip dengan Strix G sebelumnya, bahan yang digunakan terasa lebih premium karena telah menggunakan paduan aluminium khusus.

Untuk warna, ASUS sekarang menghadirkan tiga pilihan warna untuk ROG Strix G512L: Electro Punk, Glacier Blue, dan Original. Penulis menerima unit ulasan dalam Original Black, warna yang sama dengan generasi sebelumnya.

Penutup atas juga mengadopsi desain finishing yang menyerupai sapuan kuas, sedangkan desain cut-out asimetris di bagian belakang laptop memastikan aliran udara lebih lancar. Sedangkan pada keyboard dan touchpad, permukaan memiliki lapisan matte yang mencegah tergelincir. Alhasil, laptop gaming ini memberikan kenyamanan saat digunakan untuk bermain game atau bekerja.

Menariknya, semua port pada ROG Strix G512L juga ditempatkan di bagian belakang dan kiri, sehingga gerakan mouse tidak akan terganggu oleh kabel atau benda lain yang terhubung ke port. ROG Strix G512L memiliki 36cm (lebar) x 27,5 cm (kedalaman) x 2,5cm (tinggi). Sementara bobotnya cukup berat, yaitu sekitar 2.57kg.

Karena masih sama dengan generasi sebelumnya, LED RGB juga ditempatkan di tempat yang sama. Di mana RGB LED terletak di tepi depan ke samping, sehingga hampir mengelilingi seluruh tubuh laptop gaming ini.

* Layar 144Hz

ROG Strix G512L memiliki tampilan layar 15,6 inci yang membuatnya sangat kompak. Meski memiliki ukuran standar, namun layar laptop ini memiliki bezelless yang cukup tipis. Layar menggunakan panel IPS-level dengan resolusi 1920 x 1080.

Laptop ini juga memiliki kecepatan refresh 144 Hz dengan waktu respons hingga 3 ms. Alhasil, itu membuat mata Anda terasa nyaman saat memandang layar, karena setiap gerakan yang dihasilkan layar terasa cukup halus dan tidak pecah.

Kecerahan layar ROG Strix G512L hingga 310 Nits dengan 58% sRGB dan Adobe RGB 51%. Jadi memang tidak optimal untuk penggunaan desain tetapi sangat memadai untuk kebutuhan gaming saat ini.

* Sistem Pendinginan Baru

Berbeda dengan Strix G generasi sebelumnya, ROG Strix G512L memiliki sistem pendingin baru yang disebut Liquid Metal Boosts Cooling. Seperti namanya, pendingin pada laptop ini telah menggunakan logam cair berkualitas premium. Hasilnya, memberikan pendinginan yang lebih baik untuk prosesor dan GPU. Logam cair itu sendiri adalah konduktor yang sering digunakan oleh para overclocker atau profesional untuk mengurangi panas lebih baik daripada menggunakan Thermal Paste biasa.

Untuk menghembuskan udara panas lebih cepat, laptop gaming ini juga dilengkapi oleh kipas khusus dengan 83 bilah sehingga mengeluarkan panas yang dihasilkan.

Fitur ini juga memiliki kecerdasan yang memungkinkan untuk mengatur suhu komponen di laptop agar tetap stabil. Kecerdasan ini dapat diatur melalui fitur Crate Armory yang ditampilkan untuk ROG Strix G512L. Jadi, jika laptop digunakan untuk pekerjaan berat seperti rendering atau bermain game kelas AAA, kipas laptop akan berputar lebih cepat secara otomatis untuk tetap memberikan kinerja maksimum dengan menghilangkan semua panas.

* Fitur Permainan Bergaya ROG

ROG Strix G512L memiliki fitur teknologi tinggi yang disebut Aura Sync. Tidak hanya memberikan ledakan cahaya RGB, fitur ini juga dapat menyinkronkan laptop gaming dengan beberapa aksesori lain yang kompatibel dengan Aura Sync; sehingga cahaya yang dihasilkan akan mengikuti gameplay atau lagu yang sedang Anda putar.

Selain Aura Sync, beberapa fitur ROG luar biasa yang hadir dalam laptop gaming ini termasuk Armory Crate; sebuah fitur yang dapat dengan mudah menentukan informasi dan mengubah sistem, CPU dan GPU kecepatan dan suhu jam, serta memori.

Baca juga : spesifikasi-kekurangan-dan-kelebihan-google-pixel-4-dan-pixel-4-xl

Aplikasi tambahan juga ditambahkan ke laptop seperti ROG GameFist VI, Sonic Audio III, GameVisual, dan Sonic Radar III yang tentunya memberikan pengalaman bermain game yang lebih mengasyikkan. Selain itu, ada juga XSplit Gamecaster gratis yang berguna bagi Anda yang ingin menjadi YouTuber Gaming.

Nah, pada laptop ROG terbaru ini, ASUS juga telah berkolaborasi dengan Microsoft untuk menghadirkan layanan Xbox Game Pass. Di mana fitur ini memberi Anda akses ke lebih dari 100 game PC di sistem operasi Windows 10 dengan berlangganan.

Hal yang menarik tentang laptop ROG adalah Anda tidak akan melihat lokasi engsel saat ditutup. Karena menggunakan engsel Pintu Gunting, maka ketika laptop terbuka, bagian atas akan sedikit terangkat dan memberikan ventilasi yang baik untuk sistem pendingin.

* Konektivitas Penuh

Untuk kebutuhan konektivitas, ROG Strix G512L memiliki penempatan yang sangat nyaman. Di mana di sisi kanan tidak ada port selain lubang ventilasi untuk pembuangan panas. Sementara di sisi kiri, ada tiga port USB 3.2 dan port jack combo audio 3,5 milimeter untuk mikrofon masuk dan output speaker.

Di sisi belakang, ada port LAN, satu port HDMI. Penempatan port LAN di bagian belakang tentu akan membuat pengguna lebih nyaman karena semua kabel ditempatkan di belakang laptop serta port daya. Pembuangan panas juga telah mengadopsi metode dari seri ROG yang lebih premium.

* Speaker Stereo

Lalu bagaimana dengan kebutuhan audio? Nah, laptop ROG Strix G512L memiliki dua speaker stereo yang terletak di bagian depan tepatnya di bagian bawah layar di sisi kiri dan kanan. Dua speaker minimalis dengan output 3,5W dapat menghasilkan suara yang cukup keras dan jernih.

* Spesifikasi

Setelah melihat seperti apa desain, kualitas tampilan, dan fitur-fiturnya, pasti Anda penasaran dengan spesifikasi ROG Strix G512L. Nah, varian yang penulis miliki adalah menggunakan Intel Core i7-10750H. Prosesor ini dibangun dengan fabrikasi litografi 14nm, dengan clock dasar 2,6 GHz dan clock Max 5 GHz.

Prosesor ini juga memiliki konfigurasi 6 Core 12 Thread, prosesor ini berjalan dengan TDP 45W. Intel Core i7 Gen 10 juga memiliki GPU yang terintegrasi dengan Intel UHD Graphics dengan basis frekuensi 350MHz.

Untuk GPU, ROG Strix G512L menggunakan Nvidia GeForce RTX 2060 GDDR6 6GB. Di mana kartu grafis ini memiliki jam dasar 960MHz dan jam maksimum 1200MHz. Sayangnya, laptop gaming hanya dilengkapi dengan satu RAM 16GB Samsung DDR4 3200 MHz SO-DIMM. Meskipun sebenarnya ada dua slot RAM yang dapat ditingkatkan nanti hingga 32GB.

Media penyimpanan untuk laptop ini menggunakan NVme SSD 512GB SSD melalui port PCIe Gen3. Cukup kecil memang, tetapi ASUS juga telah menyediakan slot tambahan untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan.

Bagaimana dengan mobilitas? Apakah laptop ini cukup kuat untuk menjauh dari adaptor? Menariknya, ROG Strix G512L memiliki kapasitas baterai yang cukup besar yaitu 66Whrs. Dengan baterai yang begitu besar, kami telah mencobanya untuk mengetik dan terhubung ke internet, laptop gaming ini dapat bertahan sampai 4 hingga 5 jam. Sementara itu, untuk mengisi daya, Anda harus selalu membawa adaptor dengan output 19V / 11A atau sekitar 200W yang cukup besar.

Sebagai laptop gaming, Anda tentu tidak ingin mencolokkan kabel LAN untuk akses internet. Oleh karena itu, ASUS dilengkapi dengan Wi-Fi 802.11AX (2 × 2) dan konektivitas BT 5.0, mendukung RangeBoost. Dengan Ultrafast Intel Wi-Fi 6 (Gig +) modem memiliki kecepatan maksimum hingga 2.4Gbps, dan Anda dapat memainkan game online tanpa kabel LAN dengan latensi yang sangat rendah.

Jangan khawatir jika modem yang Anda gunakan di rumah masih menggunakan modem standar, karena ROG Strix G512L memiliki teknologi ROG RangeBoost. Teknologi ini dapat mengevaluasi kekuatan sinyal yang di dapat dari empat antena internal dan memilih sinyal terbaik untuk digunakan di lokasi pengguna, meminimalkan titik-titik mati dan meningkatkan jangkauan hingga 30%.

* Performa Luar Biasa

Karena ROG Strix G512L, yang diulas oleh penulis menggunakan Intel Core Core i7-10750H 2.6GHz, tidak mengherankan bahwa ketika mengujinya dengan Cinebench R15 prosesor multicore mendapatkan skor 1320 cb. Di bagian single-core hasil tes juga cukup bagus dengan mendapatkan 190 cb dengan rasio MP 6,96%, sehingga penggunaan fokus single-core seperti bermain video game tidak masalah.

Prosesor generasi kesembilan Intel juga dikombinasikan dengan NVIDIA GeForce RTX 2060 6GB GDDR6. Alhasil, ketika diuji dalam beberapa hasil pengujian benchmark grafis, ROG Strix G512L memiliki hasil yang cukup mengagumkan.

* Putusan

Dengan menggunakan Intel Ice Lake, ROG Strix G512L memberikan komputasi yang luar biasa, permainan, serta kinerja tugas. Performa dan fitur yang dihadirkan lebih baik dibandingkan pendahulunya. Setelah memperkenalkannya pada awal 2020, ASUS akhirnya mencoba memperkenalkan inovasi ke tingkat terbaru untuk pengalaman komputasi mobile terbaik.

Kami telah menggunakannya selama hampir dua minggu, ROG Strix G512L sangat dapat diandalkan pada semua tugas. Mulai dari menjalankan game kelas AAA, hingga menjadi teman setia untuk keperluan pengetikan dan rendering video. Semua kinerja itu dapat diperoleh saat menggunakan laptop gaming ini sehingga penulis tidak terpaku pada PC desktop.

Untuk kinerja maksimum, ROG Strix G512L telah menggunakan logam cair premium yang terbukti mampu menstabilkan suhu lebih baik, sehingga sangat jarang bagi saya untuk menemukan suhu hingga 90 derajat celsius dalam penggunaan tugas berat, seperti bermain game dan rendering.

Kekuatan baterai G512L juga cukup andal. Untuk mengetik atau hanya browsing, baterai laptop gaming ini dapat bertahan hingga 4-5 jam. Namun, itu tergantung pada pengaturan profil atau kinerja yang digunakan.

Dengan memiliki desain yang sama dengan generasi sebelumnya dan menggunakan prosesor Intel generasi terbaru, ROG Strix G512L bisa menjadi pilihan yang tepat untuk gamer yang tidak dapat memutuskan mana yang akan dibeli antara ROG atau TUF Gaming. Meski bernama ROG, sebenarnya ada beberapa fitur yang dihapus dibandingkan dengan Scar dan Hero pada generasi sebelumnya. Tetapi spesifikasi dan harga yang ditawarkan hampir mirip dengan versi tertinggi dari varian TUF Gaming.

Kerugian lain mungkin dalam hal multitasking, karena RAM hanya dengan satu saluran dengan kapasitas 16GB. Untuk kinerja yang lebih maksimal, Anda dapat meningkatkan RAM hingga 32GB di masa mendatang. Jika Anda ingin menambahkan RAM, pastikan Anda pergi ke Pusat Layanan ASUS terdekat sehingga garansi tidak kedaluwarsa.

Selain itu, laptop gaming ini tidak memiliki webcam. Ini juga merupakan kerugian, terutama selama pandemi COVID-19. Selain itu, penggunaan aplikasi Zoom atau sejenisnya diperlukan untuk keperluan rapat atau konferensi online. Jadi Anda akan memerlukan webcam tambahan saat menggunakan laptop gaming ini.

Sedangkan untuk harganya, ROG Strix G512L yang menggunakan Intel Core i7-10750H 2.6 GHz dan 6GB NVIDIA GeForce RTX 2060 dibanderol dengan harga sekitar 20 juta rupiah. Di mana dalam paket pembelian Anda juga akan mendapatkan tas game ROG eksklusif.

 

Melihat Peningkatan Vivo Y50 yang Kini Turun Harga

Vivo terus menghadirkan peningkatan spesifikasi pada smartphone seri Y mereka. Hal ini bertujuan untuk menunjang kebutuhan konsumen di seri tersebut.

Jika menengok ke belakang, peningkatan di ponsel seri Y sudah dilakukan Vivo sejak seri Y71 meluncur pada April 2018. Ponsel ini menjadi seri Y pertama dengan Face Access, RAM 3 GB, penyimpanan 32 GB, dan baterai 3.360 mAh.

Kemudian, seri Y83 menjadi ponsel seri Y pertama Vivo dengan fitur All-New FullView Display, Fingerprint, dan Live Photo. Adapun seri Y91 menjadi ponsel All Screen dan AI Dual Camera pertama Vivo.

Pada seri Y17, Vivo menghadirkan tiga kamera belakang dengan AI, baterai 5.000 mAh, Fast Charging 18 W, serta penyimpanan internal 128 GB. Fitur Reverse Charging dan AI Multi-Mode Camera belakangan hadir di seri Vivo Y19, dengan RAM 6 GB.

Kini melalui seri Y terbaru, yakni Vivo Y50, seabrek peningkatan pun diberikan Vivo. Bisa dibilang, Vivo Y50 merupakan ponsel seri Y paling mumpuni dibanding seri-seri Y sebelumnya.

Hal ini, menurut Vivo, dilakukan demi memberikan price to performance yang terbaik di kelasnya. Bahkan, harga Vivo Y50 pada awal Juni lalu juga turut dipangkas oleh Vivo, dari semula Rp 3,7 juta menjadi Rp 3,5 juta di Indonesia.

“Ragam kebutuhan konsumen yang semakin beragam menjadi semangat kami untuk
menghadirkan peningkatan di Vivo Y50,” ujar Senior Brand Director Vivo Indonesia Edy Kusuma  Senin (22/6/2020).

Dari sisi tampilan, misalnya, Vivo Y50 mengusung layar berukuran 6,53 inci dengan desain Ultra O Screen, memungkinkan kamera selfie beresolusi 16 MP (f/2.0) dimuat dalam sebuah lubang punch hole di bagian kiri atas layar.

Sebelumnya, aneka ponsel Y-series dari Vivo (kecuali Y30) biasanya mengusung kamera selfie yang ditampung di dalam poni (notch) bergaya ala tetesan air (waterdrop).

Beralih ke bagian belakang, punggung Vivo Y50 kini memiliki empat kamera belakang (AI Quad Camera) yang disusun dalam sebuah modul persegi bak ponsel premium.

Keempat kamera tersebut masing-masing memiliki resolusi 13 MP (f/2.2, wide), 8 MP (f/2.2, Super Wide-Angle), 2 MP (f/2.4, Super Macro), dan 2 MP (f/2.4, Super Bokeh).

Ada pula software penunjang kamera Super Night Camera yang berfungsi untuk menghasilkan foto malam hari yang ciamik, serta Ultra Stable Video guna meredam guncangan ketika ponsel dipakai untuk merekam video.

Tak hanya desain dan kamera, Vivo Y50 juga dipersenjatai dengan spesifikasi hardware yang juga lebih canggih dibanding para pendahulunya di keluarga Y-series.

Beberapa di antaranya adalah chipset Snapdragon 665 yang menjadi “otak” ponsel tersebut, didukung pula dengan RAM berkapasitas jumbo dan terbesar di seri Y, yakni 8 GB.

Selain itu, Vivo Y50 sudah dibekali media penyimpanan sebesar 128 GB, cukup lega untuk menyimpan file foto, video, dan dokumen kerja.

Smartphone dengan memori RAM dan ROM terbesar di kelasnya ini kami persembahkan untuk konsumen dengan aktivitas yang multitasking,” tutur Edy.

Di samping RAM, angka jumbo juga bisa dilihat dari spesifikasi baterai Vivo Y50 dengan kapasitas 5.000 mAh, turut didukung dengan pengisian cepat 15W (via USB tipe-C) dan fitur reverse charging guna menyulap ponsel menjadi power bank.

Dengan spesifikasi seperti demikian, Vivo Y50 menjadi ponsel yang diklaim Vivo menunjang beragam aktivitas multitasking.

Vivo Y50 turun harga

Vivo juga diketahui telah memangkas harga penjualan ponsel seri Y50 di Indonesia hingga sekitar Rp 200.000.

Semula, harga Vivo Y50 saat meluncur di Indonesia pada April 2020 adalah Rp 3,7 juta. Mulai 4 Juni, harga Vivo Y50 dipangkas sehingga menjadi Rp 3,5 juta, termasuk bundling paket data 36 GB dan streaming YouTube dari Indosat.

Terdapat dua pilihan warna Vivo Y50 yang bisa dipilih pengguna di Indonesia, yakni Irish Blue dan Starry Black.

Konsumen yang ingin membeli ponsel teranyar ini bisa memanfaatkan “Layanan Antar ke Rumah” dari Vivo yang bisa diselisik lebih lanjut di tautan berikut, atau melalui WhatsApp ke nomor 0811-9760-1111.

Melihat Foto Hasil Jepretan Kamera Redmi Note 9 dan Note 9 Pro

Xiaomi merilis dua smartphone jagoannya di segmen menengah, yakni Redmi Note 9 dan Redmi Note 9 Pro di pasar Indonesia. Harga Redmi Note 9 paling murah adalah Rp 2,5 juta, sementara versi Pro paling murah dijual dengan harga Rp 3,5 juta.

Salah satu sektor yang diunggulkan Redmi Note 9 series adalah kamera. Lantas, dengan harga tersebut, bagaimana hasil jepretan kamera Redmi Note 9 dan Redmi Note 9 Pro?

Sebelum menjawabnya, tidak ada salahnya untuk mengingat lagi bagaimana spesifikasi kamera keduanya. Bisa dikatakan, secara spesifikasi, Redmi Note 9 series sedikit naik kelas dibanding pendahulunya.

Mulai dari Redmi Note 9, kamera belakang terdiri dari kamera wide yang merangkap menjadi kamera utama dengan resolusi 48 MP (f/1.79) dengan dukungan phase detection autofocus (PDAF).

Kemudian, terdapat kamera ultrawide 8 MP (f/2.2), kamera makro 2 MP (f/2.4), dan depth sensor 2 MP (f/2.4). Di sisi depan, terdapat kamera tunggal beresolusi 13 MP.

Sementara untuk versi “Pro”, spesifikasinya agak sedikit tinggi. Kamera utamanya beresolusi 64 megapiksel (f/1.89).

Ditemani kamera ultrawide 8 MP (f/2.2), kamera makro 5 MP (f/2.4), dan kamera depth sensor 2 MP (f/2.4). Untuk slefie, tersemat kamera tunggal 16 MP (f/2.5) di bagian depan.

Secara umum, bisa dibilang kualitas gambar yang dihasilkan kamera Redmi Note 9 dan Redmi Note 9 Pro cukup baik untuk smartphone kelas menengah. Warna yang ditangkap lebih vibrant atau cerah dan mendekati aslinya.

Meskipun dibantu dengan teknologi AI, namun teknologi ini tidak mengubah warna asli dari obyek. Sehingga, hasil gambar tidak terkesan berlebihan.

Misalnya saja pada saat mengambil foto bunga bougenville ungu berikut. Memang, saat menggunakan mode normal di Redmi Note 9, warnanya agak sedikit pucat.

Perbandingan foto Redmi Note 9 menggunakan mode 48 MP (kanan) dan mode normal dengan zoom 1x (kiri).

Berbeda dengan saat mengaktifkan mode 48 MP, warna ungu dan hijau daun terlihat lebih cerah.

Begitu pula saat mengaktifkan mode 64 MP di Redmi Note 9 Pro, warna yang dihasilkan tetap cerah namun tidak berlebihan.

Perbandingan foto menggunakan mode normal (kiri) dan mode 64 MP di Redmi Note 9 Pro pada siang hari.

Perlu diperhatikan, saat mengaktifkan mode 48 MP atau 64 MP, fitur lain seperti HDR atau AI tidak bisa diaktifkan secara bersamaan. Salah satu yang cukup menarik saat menjajal dua samrtphone ini adalah kecepatan autofokus dan minimnya shutter lag.

Sejauh yang KompasTekno coba, Redmi Note 9 series ini lebih cepat dalam menemukan titik fokus dibanding ketika mencoba Redmi Note 7.

Shutter lag, atau jeda saat menekan tombol shutter ke penangkapan gambar pun tidak lagi ditemui, baik saat siang hari dalam keadaan cukup banyak cahaya atau malam hari atau saat minim cahaya.

Kecuali saat mengaktifkan mode malam, tentu shutter lag tidak bisa dihindarkan. Ketika mengaktifkan mode malam di kedua ponsel, ada jeda beberapa detik untuk pengambilan gambar. Tapi hasilnya tidak begitu mengecewakan.

Perbandingan foto pada malam hari, masih menggunakan Redmi Note 9 Pro. Foto kanan meggunaan mode malam di mana warna lebih terlihat terang, sementara foto kiri menggunakan mode normal.

Hasil terbaik mode malam bisa dilihat saat benar-benar menangkap obyek yang sangat minim cahaya. Untuk mode malam, versi “Pro” lebih unggul dibanding versi reguler.

Detail dan warna obyek lebih jelas di Redmi Note 9 Pro. Sementara di Redmi Note 9, hasil mode malam terlihat sedikit buram.

Seperti Inilah Interior Mobil Tanpa Awak MIlik Tesla yang Tidak Memiliki Setir

Saat ini, Tesla adalah satu-satunya produsen mobil yang memiliki unit mobil yang dapat Anda beli di mana mobil tersebut ada yang memiliki kemampuan mengemudi sendiri, berkat fitur Autopilot yang terdapat di mobil tersebut. Tampaknya Tesla benar-benar mendorong teknologi karena baru-baru ini, CEO perusahaan Elon Musk telah mengungkapkan rencana mereka untuk meluncurkan mobil tanpa setir atau kemudi dalam 2 tahun ke depan.

Perusahaan juga memamerkan konsep yang merupakan mobil yang tidak memiliki setir. Lalu bagaimana dengan desain interiornya? Anda hanya akan melihat kursi dan layar besar yang dapat digunakan pengguna untuk mengakses fitur-fitur tertentu dari mobil. Menurut Musk, “Saya pikir akan ada periode transisi di mana orang dapat mengambil alih dari robotaxi tetapi begitu regulator merasa nyaman dengan kami yang tidak memiliki setir, kami hanya akan menghapusnya.”

Seperti yang ditunjukkan oleh Electrek, tampaknya beberapa orang percaya bahwa Model 3 sebenarnya dirancang untuk menjadi semacam kendaraan transisi, di mana desain interiornya dibangun di sekitar kemungkinan bahwa suatu hari nanti dapat diluncurkan tanpa setir kemudi. Ini adalah desain yang menggelegar karena setir telah ada selama beberapa dekade, tetapi menurut Musk, “Peluang kemudi diambil alih oleh mesin otomatis adalah 100%. Konsumen akan meminta itu. ”

Tesla benar-benar mendorong agenda self-driving-nya seperti sebelumnya, Musk telah menyatakan bahwa mereka membayangkan masa depan di mana akan ada robotaxis Tesla di jalan. Bagaimana menurut Anda, apakah mobil tanpa setir ini akan dapat berjalan dengan lancar?

Inilah Robot Humanoid Wanita Pertama Yang Diberi Kewarganegaraan Oleh Pemerintah Arab Saudi

Mungkin tidak hanya terjadi di Skynet saja (meskipun hanya sebatas cerita film), dalam dunia nyata, Arab Saudi sebagaimana misalnya, baru-baru ini nyatanya telah membuat pengumuman kontroversial mengenai salah satu warga negaranya yang baru. Berbicara dalam konteks bukan manusia pada umumnya, negara kaya minyak tersebut kabarnya telah memberikan kewarganegaraan kepada robot humanoid bernama Sophia. Pengumuman tersebut disampaikan melalui Future Investment Initiative di Riyadh, dan Sophia sendiri dikembangkan oleh Hanson Robotics.

Sophia berada di atas panggung selama konferensi saat dia diberitakan oleh CNBC Andrew Ross Sorkin kalau dia sekarang adalah warga negara Arab Saudi. Dalam sambutannya yang mendapat tepuk tangan meriah dari para audien yang hadir, Sophia menuturkan kebanggaannya setelah diterima menjadi salah satu warga negara kerajaan Arab Saudi. Dan ini tentunya akan menjadi sejarah robot pertama di dunia yang mendapatkan kewarganegaraan.

Agak ironis memang kalau robot diberi kewarganegaraan oleh Arab Saudi, di mana selama ini wanita kabarnya sering mendapatkan perlakukan yang berbeda dengan kaum pria di negara tersebut. Misalnya saja, baru saja diumumkan bulan lalu kalau kaum wanita di Arab Saudi akan diberi hak untuk berkendara. Namun, kebijakan tersebut tidak akan berlaku sampai Juni 2018. Arab Saudi baru saja membuat perubahan pada sistem perwaliannya, yang mengharuskan wanita pertama-tama menerima izin dari ayah, suami atau saudara laki-laki untuk studi akademis, bepergian, dan untuk perawatan kesehatan tertentu.

Jadi, pemikiran tentang robot wanita yang mendapatkan kewarganegaraan dengan mudah tidak diragukan lagi sangat mengejutkan banyak pihak. Dan bahkan salah seorang wartawan, The Intercept’s Murtaza Hussain, menngkritisi kalau robot Sophia telah mendapatkan kewarganegaraan Saudi sebelum pekerja kafala yang telah tinggal di negara ini seumur hidupnya. Sedangkan lain lagi dengan apa yang diungkapkan oleh wartawan Lebanon-Inggris Kareem Chahayeb, dia menyinggung robot humanoid bernama Sophia mendapat kewarganegaraan Saudi Abrabia sementara jutaan orang tanpa kewarganegaraan sehingga buat apa untuk hidup.

Bagaimanapun juga, ini semua bukanlah pertama kalinya robot humanoid Sophia membuat penampilan dan menimbulkan keterkejutan banyak orang. Sebelumnya Dia pernah juga tampil sebagai bintang tamu di acara The Tonight Show yang dibintangi Jimmy Fallon pada bulan April 2017 yang lalu, di mana dia bermain tebak-tebakan batu-gunting-kertas. Sementara berbeda halnya dengan apa yang terjadi pada ajang SXSW pada tahun 2016 silam, pendiri Hanson Robotics David Hanson dengan sedikit bercanda bertanya pada Sophia saat demonstrasi “Apakah Anda ingin menghancurkan manusia? Tolong katakan ‘Tidak’”. Anehnya, Sophia malah menanggapi dengan “Oke, saya akan menghancurkan manusia”. Hal itu tentunya jauh berbeda dengan misi sejati Sophia yang bekerja di bidang layanan pelanggan dan kesehatan, bukan?

Robot Hanson lebih jauh menjelaskan, Sophia, diklaimnya sebagai mesin jenius yang sedang berkembang. Kemiripan, ekspresivitas, dan cerita luar biasa manusia sebagai robot yang terbangun seiring waktu, kecerdasan dan kisahnya yang meningkat akan memikat dunia dan terhubung dengan orang-orang tanpa mempedulikannya. usia, jenis kelamin, dan budaya.

Teknologi Tangan Bionic Bantu Aktivitas Penyandang Disabilitas

Perusahaan Open Bionics membuat tangan bionik untuk membantu para disabilitas yang tidak memiliki tangan, khusunya bagian pergelangan dan jari-jari.

Tangan bionik ini dapat digerakkan melalui otot-otot tangan layaknya tangan manusia pada umumnya. Tampilannya yang trendi dan nyaman digunakan juga menambah rasa percaya diri penggunanya.

Para ilmuwan telah melakukan berbagai penelitian untuk membantu mereka-mereka yang tidak memiliki anggota tubuh lengkap atau disabilitas. Para penyandang disabilitas juga sering mendapat bantuan untuk mendapatkan anggota tubuh sesuai kebutuhan mereka, namun itu kurang sempurna karena tidak dapat bergerak seperti anggota tubuh pada umumnya.

Melihat banyaknya keluhan tersebut, perusahaan berbasis di Inggris Open Bionics membuat robot tangan yang dapat bergerak seperti tangan sungguhan. Robot ini dijuluki Hero Arm atau tangan pahlawan.

Megutip dari laman Open Bionics, Hero Arm merupakan tangan bionik cetakan 3D yang dikendalikan oleh otot dan bersertifikat medis pertama kali di dunia. Hero Arm memiliki fungsionalitas multigrip dan estetika yang lebih disukai oleh penggunanya, ditambah dengan bentuk sesuai dengan keinginan.

Direkayasa dan di produksi di Bristol, Inggris, Hero Arm adalah prostesis mioelektrik yang ringan. Produk ini sudah tersedia di beberapa negara seperti Amerika Serikat (AS), Inggris dan Prancis.

Produk buatan Open Bionics ini dapat digunakan oleh orang dewasa dan anak-anak yang tidak memiliki tangan dibawah siku. Artinya tidak seluruh bagian tangan dari pundak, melainkan untuk mengganti penggelangan tangan dan jari-jari.

Setiap Hero Arm dibuat khusus menggunakan teknologi pencetakan dan pemindaian 3D. Prostesis kuat dan soket yang nyaman membuatnya mudah disesuikan dengan penggunanya.

Tips Pulihkan Laptop saat Anda Lupa Password

Password menjadi bagian penting untuk menjaga suatu akun pribadi, sistem komputer atau dokumen berharga lainnya agar tetap aman.

Bagaimana jika Anda lupa akan password laptop? Terlebih jika banyak dokumen penting berada di dalamnya. Berikut solusi memulihkan password laptop Anda.

Gunakan Safe Mode

Salah satu cara memulihkan password laptop Anda yang terkunci adalah mengaktifkan safe mode. Setelah komputer menyala, tekan F8 ketika booting komputer. Kemudian layar Advanced Boot Options akan muncul. Kemudian Anda pilih “Safe Mode” dan tekan “Enter”.

Setelah itu, komputer akan kembali menyala dengan “Safe Mode” dan pilih “Administrator”. Kemudian klik “Start” dan masuk ke “Control Panel”. Klik “User Accounts” dan “Manage Another Accounts”.

Kemudian, Anda dapat langsung mengubah kata sandi akun komputer Anda. Setelah memasukkan password baru sebanyak dua kali klik “change password” diakhir. Restart laptop Anda, dan laptop sudah dapat digunakan seperti biasa.

Masuk Akun Administrator

Setelah restart komputer, Anda harus kembali masuk ke “Safe Mode” dengan menekan F8 saat windows booting. Kemudian pilihlah “Repair Your Computer”.

Setelah tampilan tersebut terbuka, klik “Open Command Prompt”, kemudian ketik “net user administrator /active:yes” (tanpa kutip). Setelah itu akan muncul pesan “the command active successfully”.

Kemudian ketik “net user administrator password” pada jendela Command Prompt. Setelah itu Anda dapat mengganti kata sandi sesuka kalian dan tutup jendela Command Prompt Anda kemudian restart kembali laptop Anda.

Instagram Hadirkan Fitur Baru Perangi Cyber Bullying

Instagram meluncurkan sejumlah upaya untuk memerangi bentuk online bullying. Perusahaan telah menghadirkan tool yang didukung artificial intelligence (AI) pada tahun lalu.

Tool tersebut bisa mendeteksi komentar ofensif dan memperingatkan pengguna sebelum mereka memposting sesuatu yang menyakitkan. Hari ini, perusahaan memperkenalkan fitur-fitur baru yang dirancang untuk memajukan inisiatif anti-cyberbullying dan mendorong interaksi positif, dikutip Neowin.

Pertama, perusahaan mengatakan akan menguji alat baru yang akan memungkinkan Anda untuk menyoroti komentar positif. Menurut Instagram, fitur ini akan membantu orang “mengatur suasana untuk akun mereka dan terlibat dengan komunitas mereka dengan pinning sejumlah komentar terpilih ke bagian atas thread komentar mereka”.

Selain itu, Anda kini dapat menghapus komentar yang tidak diinginkan. Instagram mengatakan, Anda sekarang bisa menghapus hingga 25 komentar secara massal.

Di iOS, cukup ketuk komentar dan ikon bertitik di sudut kanan atas sebelum memilih komentar untuk dihapus. Selain itu, Anda dapat memblokir beberapa akun sekaligus dengan mengetuk “Opsi Lainnya”.

Fitur ini juga tersedia di Android dengan menekan dan menahan komentar, mengetuk ikon bertitik, dan memilih Blokir atau Batasi.

Anda juga kini dapat memilih siapa yang dapat mention atau tag Anda di sebuah komentar, caption atau Story. Ada tiga kondisi berbeda untuk @mentions, yakni semua orang, hanya orang yang Anda ikuti, atau tidak ada seorangpun. Anda dapat menyesuaikan pengaturan tag dengan menuju ke Interactions > Tags.

Xiaomi Resmi Rilis MIUI 12, Apa Saja yang Baru?

Bersamaan dengan peluncuran Mi 10 edisi “Youth”, Xiaomi turut merilis sistem antarmuka (UI) terbaru, MIUI 12.

Seperti namanya, MIUI 12 merupakan penerus dari MIUI 11 yang telah dirilis untuk sejumlah ponsel Xiaomi sejak tahun lalu.

Sebagai penerus, MIUI 12 hadir dengan sejumlah fitur baru dan fokus pada bagian desain.

Salah satunya adalah fitur “Dark Mode 2.0” yang konon mampu menyesuaikan gambar (wallpaper) serta jenis tulisan (font) ponsel dengan lingkungan sekitar pengguna.

Misalnya, apabila fitur tersebut sedang aktif di malam hari, maka wallpaper bakal dikurangi tingkat kecerahannya agar nikmat untuk dipandang.

Begitu pula dengan font yang kontrasnya bakal diatur secara otomatis ketika tampilan serba gelap ini tengah diterapkan.

Terkait wallpaper, MIUI 12 juga memiliki fitur “Super Wallpaper” yang bisa dipakai pengguna untuk menghiasi latar belakang (background) ponsel dengan gambar planet secara tiga dimensi.

Xiaomi juga memoles tampilan ikon serta meningkatkan kualitas animasi di beberapa menu agar berjalan lebih mulus.

Selain desain, Xiaomi juga menyematkan fitur MIUI 12 terbaru bernama “Sensory Visual Design”.

Fitur ini memungkinkan pengguna untuk melihat grafik atau diagram yang berkaitan dengan ponsel ketika mereka menelusuri menu pengaturan.

Misalnya, jika membuka menu storage, maka pengguna bakal melihat diagram yang menampilkan detail pemakaian media penyimpanan secara visual.

Begitu pula jika menelusuri menu baterai, about phone, dan lain sebagainya.

Fitur lainnya mencakup “AI Calling” yang bisa menjawab panggilan telepon secara otomatis dengan beragam bahasa.

Ada pula fitur picture-in-picture (PiP) untuk aplikasi, serta fitur privasi yang ditingkatkan untuk memperkuat sistem keamanan ponsel.

Sistem antarmuka terbaru ini rencananya bakal hadir mulai Juni mendatang di negara asalnya melalui pembaruan over-the-air (OTA).

Terlepas dari itu, berikut sejumlah ponsel Xiaomi yang bakal kebagian MIUI 12 mulai Juni mendatang di China dalam beberapa tahap, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Gizmochina, Selasa (28/4/2020).

Kendati demikian, belum dapat dipastikan kapan MIUI 12 ini akan digelontorkan untuk pengguna global.

Tahap 1

– Xiaomi Mi 10
– Xiaomi Mi 10 Pro
– Xiaomi Mi 10 Youth Edition
– Xiaomi Mi 9 Pro 5G
– Xiaomi Mi 9 Explorer Edition
– Xiaomi Mi 9
– Redmi K30 Pro Zoom Edition
– Redmi K30 Pro
– Redmi K30 5G
– Redmi K30
– Redmi K20 Pro Premium Edition
– Redmi K20 Pro
– Redmi K20

Tahap 2

– Xiaomi Mi Mix 3
– Xiaomi Mi Mix 2S
– Xiaomi Mi CC9 Pro
– Xiaomi Mi CC9
– Xiaomi Mi CC9 Meitu Edition
– Xiaomi Mi 9 SE
– Xiaomi Mi 8 Screen Fingerprint Edition
– Xiaomi Mi 8 Explorer Edition
– Xiaomi Mi 8
– Redmi Note 8 Pro
– Redmi Note 7 Pro
– Redmi Note 7

Tahap 3

– Xiaomi Mi CC9e
– Xiaomi Mi Note 3
– Xiaomi Mi Max 3
– Xiaomi Mi 8 Youth Edition
– Xiaomi Mi 8 SE
– Xiaomi Mi Mix 2
– Xiaomi Mi 6X
– Redmi Note 8
– Redmi 8
– Redmi 8A
– Redmi 7
– Redmi 7A
– Redmi 6 Pro
– Redmi 6
– Redmi 6A
– Redmi Note 5
– Redmi S2